Selasa, 21 Februari 2012

Proses Pembuatan Yoghurt

1.Proses Pembuatan Yoghurt :
A. Bahan
·        1 liter susu (bisa susu murni, maupun yang dijual dalam kemasan)
·        200 ml yoghurt tanpa rasa (plain) yang dijadikan biang/biang yogurt(yang menggunakan kultur bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus)

B. Cara Pembuatan
·        Susu sapi murni disaring dengan saringan untuk menghilangkan kotoran yang terdapat pada susu.
·        Kemudian susu dipanaskan pada suhu 90°C (jangan sampai mendidih) selama 15 menit sambil diaduk.
·        Dinginkan susu yang telah dipanaskan hingga mencapai suhu        40-43°C
·        Lalu campurkan biang yogurt(yang menggunakan kultur bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) atau yoghurt tanpa rasa(plain) ke dalam susu yang telah didinginkan.
·        Aduk rata dan taruh pada wadah tertutup.
·        Letakan wadah tertutup tadi di tempat hangat yang mempunyai suhu 40-45°C. Jangan sampai terkena sinar matahari dan tempatnya harus steril.
·        Biarkan selama 4-8 jam(semakin lama semakin asam).
·        Ahirnya, yoghurt sudah bisa disantap dan dapat ditambahkan perasa makanan seperti rasa jeruk, strawberry.

C. Hasil Akhir

·        Tekstur cairan kental/semi padat.
·        Menghasilkan rasa asam.
·        Memiliki aroma yang khas yoghurt bukan aroma susu sapi.
·        Setiap 100 gram yoghurt mengandung :
energi 52 kkal; protein 3,3 g; lemak 2,5 g; karbohidrat 4,0 g; kalsium 120 mg; fosfor 90 mg; zat besi 0,1 mg; retinol 22 mcg; dan thiamine 0,04 mg.
kesimpulan :
·         melalui proses fermentasi ada beberapa zat gizi yang kandungannya lebih tinggi pada yoghurt seperti vitamin B1, vitamin B2, serta beberapa jenis asam amino penyusun protein.
·         untuk mencegah osteoporosis, serta kanker usus karena kalsium dan fosfor dalam yoghurt sangat tinggi.
·         berbagai penyakit akibat infeksi atau keracunan mikroba dapat dihindari karena adanya bakteri yang menguntungkan dalam usus memberikan kondisi yang dapat mencegah pertumbuhan mikroba pathogen.
·         menurunkan kolesterol karena bakteri probiotik yang dapat memproduksi asam laktat mampu melakukan metabolisme kolesterol yang berasal dari makanan menjadi bentuk sterol yang tidak dapat diserap oleh usus.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar